Monggo dibaca pasal 245  πŸ‘†

Source: 
https://www.mahkamahagung.go.id/images/pdp/uu_42_2008.pdf – View on Path.

Monggo dibaca pasal 245 πŸ‘†

Source:
https://www.mahkamahagung.go.id/images/pdp/uu_42_2008.pdf – View on Path.


This article is too good not to share.. Great lesson from our old leaders..


Perhatikan komentar Buya Hamka atas pemenjaraan dirinya oleh Bung Karno, “Saya tidak pernah dendam kepada orang yang menyakiti saya. Dendam itu termasuk dosa. Selama dua tahun empat bulan saya ditahan, saya merasa semua itu merupakan anugerah yang tiada terhingga dari Allah kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan Kitab Tafsir Al-Qur’an 30 juz. Bila bukan dalam tahanan, tidak mungkin ada waktu saya untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan itu.”

Meskipun secara politik berseberangan, Soekarno tetap menghormati keulamaan Hamka. Menjelang wafatnya, Soekarno berpesan, “Bila aku mati kelak, minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku…”

Meskipun banyak yang tak setuju, Buya Hamka dengan ikhlas memenuhi wasiat Soekarno memimpin shalat jenazah tokoh yang pernah menjebloskannya ke penjara itu.

Bangsa ini dibangun oleh para negarawan yang tegas tapi santun …

Karena kritiknya yang tegas pada Orde Baru, Mohammad Natsir bersama kelompok petisi 50 dicekal. Natsir dilarang untuk melakukan kunjungan luar negeri seperti mengikuti Konferensi Rabithah Alam Islami. Bahkan Natsir tidak mendapat izin untuk ke Malaysia menerima gelar doktor kehormatan dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Universiti Sains Pulau Pinang.

Di balik kritik yang ia lancarkan, ia tetap bersikap santun. Misalnya pada beberapa kali perayaan Idul Fitri, ia selalu saja hadir dalam acara silaturahmi di kediaman Soeharto di Cendana, meskipun keberadaannya seringkali tidak ditanggapi oleh Soeharto saat itu.

Bahkan bukan hanya bersikap santun, ia secara sadar juga turut membantu pemerintahan Orde Baru untuk kepentingan pemerintah sendiri. Misalnya, ia membantu mengontak pemerintah Kuwait agar dapat menanam modal di Indonesia dan meyakinkan pemerintah Jepang tentang kesungguhan Orde Baru membangun ekonomi.

Bangsa ini berdiri karena para founding fathers yang toleran dan penuh empati …

Prawoto Mangkusasmito, Ketua Umum Masyumi setelah Mohammad Natsir, hidup sangat sederhana bahkan tak punya rumah. Ketua Umum Partai Kristen Indonesia, IJ Kasimo berinisiatif menginisiasi urunan untuk membelikan rumah bagi Prawoto.

Bangsa ini besar karena kesederhanaan pemimpinnya …

Bung Hatta pernah punya mimpi untuk membeli sepatu Bally. Dia menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya. Ia kemudian menabung, mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.

Namun, apa yang terjadi? Ternyata uang tabungan tidak pernah mencukupi untuk membeli sepatu Bally. Uang tabungannya terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu orang-orang yang datang kepadanya guna meminta pertolongan. Alhasil, keinginan Bung Hatta untuk membeli sepasang sepatu Bally tak pernah kesampaian hingga akhir hayatnya. Bahkan, yang lebih mengharukan, ternyata hingga wafat, guntingan iklan sepatu Bally tersebut masih tersimpan dengan baik.

Bangsa ini kokoh karena pemimpinnya menjunjung fairness …

Ketika hubungan Soekarno dan Hatta merenggang, beberapa orang yang pro Soekarno tidak mencantumkan nama Hatta pada teks proklamasi. Soekarno dengan marah menegur, “Orang boleh benci pada seseorang! Aku kadang-kadang saling gebug dengan Hatta!! Tapi menghilangkan Hatta dari teks proooklaamaasii, itu perbuatan pengecut!!!”.

Hari ini kita menentukan apakah bangsa ini jadi pemenang atau pengecut.

Jadi besar atau kerdil.

Jadi pemaaf atau pendendam.

Jadi penuh empati atau suka menghakimi.

Jadi penyebar damai atau penebar fitnah.

Yang akan menentukan masa depan bangsa ini bukan hanya siapa yang terpilih, tapi juga bagaimana sikap pendukungnya.

Bukan hanya siapa yang menang, tapi bagaimana sikap yang kalah.

@Zulmen

Solo, 18 Juli 2014. with Tintus – View on Path.

This article is too good not to share.. Great lesson from our old leaders..


Perhatikan komentar Buya Hamka atas pemenjaraan dirinya oleh Bung Karno, β€œSaya tidak pernah dendam kepada orang yang menyakiti saya. Dendam itu termasuk dosa. Selama dua tahun empat bulan saya ditahan, saya merasa semua itu merupakan anugerah yang tiada terhingga dari Allah kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan Kitab Tafsir Al-Qur’an 30 juz. Bila bukan dalam tahanan, tidak mungkin ada waktu saya untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan itu.”

Meskipun secara politik berseberangan, Soekarno tetap menghormati keulamaan Hamka. Menjelang wafatnya, Soekarno berpesan, β€œBila aku mati kelak, minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku…”

Meskipun banyak yang tak setuju, Buya Hamka dengan ikhlas memenuhi wasiat Soekarno memimpin shalat jenazah tokoh yang pernah menjebloskannya ke penjara itu.

Bangsa ini dibangun oleh para negarawan yang tegas tapi santun …

Karena kritiknya yang tegas pada Orde Baru, Mohammad Natsir bersama kelompok petisi 50 dicekal. Natsir dilarang untuk melakukan kunjungan luar negeri seperti mengikuti Konferensi Rabithah Alam Islami. Bahkan Natsir tidak mendapat izin untuk ke Malaysia menerima gelar doktor kehormatan dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Universiti Sains Pulau Pinang.

Di balik kritik yang ia lancarkan, ia tetap bersikap santun. Misalnya pada beberapa kali perayaan Idul Fitri, ia selalu saja hadir dalam acara silaturahmi di kediaman Soeharto di Cendana, meskipun keberadaannya seringkali tidak ditanggapi oleh Soeharto saat itu.

Bahkan bukan hanya bersikap santun, ia secara sadar juga turut membantu pemerintahan Orde Baru untuk kepentingan pemerintah sendiri. Misalnya, ia membantu mengontak pemerintah Kuwait agar dapat menanam modal di Indonesia dan meyakinkan pemerintah Jepang tentang kesungguhan Orde Baru membangun ekonomi.

Bangsa ini berdiri karena para founding fathers yang toleran dan penuh empati …

Prawoto Mangkusasmito, Ketua Umum Masyumi setelah Mohammad Natsir, hidup sangat sederhana bahkan tak punya rumah. Ketua Umum Partai Kristen Indonesia, IJ Kasimo berinisiatif menginisiasi urunan untuk membelikan rumah bagi Prawoto.

Bangsa ini besar karena kesederhanaan pemimpinnya …

Bung Hatta pernah punya mimpi untuk membeli sepatu Bally. Dia menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya. Ia kemudian menabung, mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.

Namun, apa yang terjadi? Ternyata uang tabungan tidak pernah mencukupi untuk membeli sepatu Bally. Uang tabungannya terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu orang-orang yang datang kepadanya guna meminta pertolongan. Alhasil, keinginan Bung Hatta untuk membeli sepasang sepatu Bally tak pernah kesampaian hingga akhir hayatnya. Bahkan, yang lebih mengharukan, ternyata hingga wafat, guntingan iklan sepatu Bally tersebut masih tersimpan dengan baik.

Bangsa ini kokoh karena pemimpinnya menjunjung fairness …

Ketika hubungan Soekarno dan Hatta merenggang, beberapa orang yang pro Soekarno tidak mencantumkan nama Hatta pada teks proklamasi. Soekarno dengan marah menegur, β€œOrang boleh benci pada seseorang! Aku kadang-kadang saling gebug dengan Hatta!! Tapi menghilangkan Hatta dari teks proooklaamaasii, itu perbuatan pengecut!!!”.

Hari ini kita menentukan apakah bangsa ini jadi pemenang atau pengecut.

Jadi besar atau kerdil.

Jadi pemaaf atau pendendam.

Jadi penuh empati atau suka menghakimi.

Jadi penyebar damai atau penebar fitnah.

Yang akan menentukan masa depan bangsa ini bukan hanya siapa yang terpilih, tapi juga bagaimana sikap pendukungnya.

Bukan hanya siapa yang menang, tapi bagaimana sikap yang kalah.

@Zulmen

Solo, 18 Juli 2014. with Tintus – View on Path.


Childhood besties πŸ’‹πŸ’‹ (at Seruput)

Childhood besties πŸ’‹πŸ’‹ (at Seruput)


#OOTD #Stripes #MiniBrownIstanbul

#OOTD #Stripes #MiniBrownIstanbul


Before starting iftar, we…
- pray for Gaza 😳
- pray for MH17 incident 😳
- pray for future of Indonesia 😳

#RepathGung #TodayLatePost at Menara CIMB Niaga (d/h Menara Asia) – View on Path.

Before starting iftar, we…
- pray for Gaza 😳
- pray for MH17 incident 😳
- pray for future of Indonesia 😳

#RepathGung #TodayLatePost at Menara CIMB Niaga (d/h Menara Asia) – View on Path.


🎢 See the sugar bowl
Do a tootsie roll
In a big bad devils food cake,
If you eat too much,
Oh, oh,
You’ll awake,
With a tummy ache 🎢

#SweetTooth #PopCakes #Harvest #SugarHigh (at The Darmawan’s Crib)


Ini sungguh menggugah selera deh.. *ngences* 
Aku mau pesen yaaaaa πŸ˜‹πŸ˜‹

#HomeMade #TheSugarAndMe #GreenTeaCookies with Laura – View on Path.

Ini sungguh menggugah selera deh.. *ngences*
Aku mau pesen yaaaaa πŸ˜‹πŸ˜‹

#HomeMade #TheSugarAndMe #GreenTeaCookies with Laura – View on Path.


GC, GG (hampir) full team 😘 with Tintus, Karina, Tita, Putri, Lena, Shinta, Martadewa, Bima, Rezky, Vidy, Tria, and Bayu – View on Path.

GC, GG (hampir) full team 😘 with Tintus, Karina, Tita, Putri, Lena, Shinta, Martadewa, Bima, Rezky, Vidy, Tria, and Bayu – View on Path.


Beautiful chaos πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ with Tintus, Karina, Tita, Putri, Lena, Shinta, Vidy, Bima, Rezky, Martadewa, Tria, and Bayu at The Darmawan’s Crib – View on Path.

Beautiful chaos πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ with Tintus, Karina, Tita, Putri, Lena, Shinta, Vidy, Bima, Rezky, Martadewa, Tria, and Bayu at The Darmawan’s Crib – View on Path.


Shabu2 and sukiyaki-an ala GC 😘πŸ₯πŸ‘πŸ’πŸ²πŸ£πŸ™πŸ± with Karina, Tita, Putri, Lena, Shinta, and Tria at The Darmawan’s Crib – View on Path.

Shabu2 and sukiyaki-an ala GC 😘πŸ₯πŸ‘πŸ’πŸ²πŸ£πŸ™πŸ± with Karina, Tita, Putri, Lena, Shinta, and Tria at The Darmawan’s Crib – View on Path.